Sabtu, 28 September 2013

Kenapa (?)

Allah menciptakan kita tidak lain dan tidak bukan adalah untuk beribadah kepadanya.
Tapi diantara kita semua masih banyak yang tidak melaksanakan perintah-Nya.
ada yang sekolah tapi gak serius
ada yang berdagang tapi curang
ada yang jadi pemimpin tapi korupsi
tapi tidak semua orang kayak gitu kan yah, pasti ada yang baik dan ada yang jahat
kalau baik semua kan gak seru dong hidup ini
justru kehadiran orang-orang jahatlah yang membuat hidup kita jadi berwarna
agar hidup kita kaya rasa
agar hidup kita kaya warna
agar kita bisa membedakan gimana rasanya bahagia dan bagaimana rasanya luka
kita harus bersyukur dengan kehadiran mereka, yah mereka, mereka yang membuat hidup kita kaya rasa
mereka yang menyanyangi kita, mereka yang peduli, yang membeci kita bahkan yang menyakiti kita
karena merekalah hidup kita bisa merasakan arti bahagia yang sesungguhnya

ketika mereka yang membencimu menyakitimu, maka saat itulah orang yang menyayangimu akan turun tangan
dari sinilah kita patut bersyukur dan bersabar. Bukan mengeluh dan bertangya "kenapa?"

"kenapa dia membenciku?"
"kenapa Allah memberikan aku cobaan seperti ini?"
ahhh! jangan tanya kenapa!!
ini adalah takdir, ini adalah ketetapan-Nya
ini adalah cara-Nya agar kita kuat menjalani hidup
agar kita tidak cengeng!
makanya, ketika kita mendapat cobaan Allah tidak meminta kita mencari jalan keluar hingga penat, Allah hanya ingin kita sabar dan shalat.

guys, ingat gak semua hal bisa kita paksakan
ada kalanya kita harus ikhlas merelakan
ada kalanya kita akan mendapatkan yang kita inginkan
makanya bersabarlah, jangan bertanya "kenapa?" kenapa sy tidak bisa dapatkan itu!
karena sebenarnya Allah hanya maha mengetahui sedang kita tidak
Allah akan memberikan kita sesuatu yang memang pantas kita dapatkan.

KEEP CALM ;)

Pangkajene, 28 September 2013 @teras
with love~ AL

Sabtu, 17 Agustus 2013

Air Mata Untuk Mesir

#EgyptMassacre … Hari ini TL saya kebanjiran hastag #safeEgypt diiringi dengan photo photo dan youtube tentang pembantaian manusia di Mesir oleh militer yang pro kudeta yang telah menghancurkan, membunuh para pendukung Mursi, dan airmata mengalir tak tertahankan, nyaris bak kebanjiran, air yang jatuh dari langit pun seakan tak mau berhenti seperti lingangan airmata anak anak dan perempuan di jalur Massacre, bedanya dengan tangisan saya disini adalah saya tidak bisa berbuat banyak untuk membantu kaum perempuan dan anak anak untuk terbebas dari desing peluru,  dihujani roket, diberondong mesiu dan bahkan mereka disana tak mampu menangis karena mengering sudah airmata :(
Dan disini, malam ini, di negeri dengan penduduk Islam terbanyak, justru banyak orang yang sedang terkantuk kantuk karena kekenyangan, mereka mati hati, hilang keperdulian, sementara di sana, di Mesir anak anak kecil, bayi merah, Ibu yang tak pernah lelah juga sedang terkantuk, tapi mereka terkantuk karena menjaga tiap jengkal negerinya yg mulia dari kehancuran, mereka terus terjaga dengan perut kosong, rela airmata keluar untuk mempertahankan keyakinan demi ALLAH, dan memberi pemahaman pada diri bahwa hidup bukan hanya sekedar untuk makan, tapi memperjuangkan keyakinan, mati sebagai suhada, bukan sekedar mati, kita dinegeri ini harusnya  malu padamu Mesir 
.
Disini malam ini, di negeri yang katanya beriman, para pemuda kami bahkan masih bisa berdendang lirih mendengarkan lagu melow, bangga dengan kegalauan yang diciptakan Adele, Cakra Khan, Noah, ahhh!! masih pula sempat tersenyum dan tertawa terbahak bahak dengan perut kenyang, menonton TV, menikmati dunia, sedang Perempuan dan anak anak di Mesir sana berkumandang takbir “Allah Akbar… Allah Akbar” yang tak sedikit bertakbir lantang dengan lumuran darah, belum tertutup mulut bertakbir bahkan nyawa sudah melayang, belum turun kepala tangan mengagungkan ALLAH, kepala sudah terpenggal, sungguh menyaksikan kepulangan demi kepulangan suami, istri tercinta, anak anak yang bersimbah darah, airmata bukan hal yang mudah, sedang, pemudah muslim disini, masih asyik pacaran  untuk kenikmatan dunia sedang kalian memenuhi janji, bahwa hidup dan mati hanya untuk ALLAH :(
Di sini malam ini, di rumah kami, di Indonesia ini, AlQuran kami simpan rapi di lemari, seakan barang keramat yang tak boleh disentuh, pajangan penghias lemari buku agar terkesan alim dan solehah, sedang disana kalian baca AlQuran dan menghapalnya ditengah dentuman roket perang, diantara hidup dan mati, yang setiap helaan napas menjadi begitu berarti, kami khianat atas surat cinta ALLAH, kami mencari hidup dengan menjadikan internet sebagai jawaban dari hidup dan mati padahal AlQuran memiliki segala
.
Kami iri padamu Mesir, yang mampu membuat para setan dan iblis kehabisan akal, di negeri kami pejabatnya turun kejalan, ke kota jika diliput, pencitraan, blusukan menghabiskan uang rakyat yang sudah miskin ini, disana pejabat kalian tidur bersama kalian, kelaparan bersama..berjuang bersama !! 
Disini, di negeri dengan penduduk muslim terbanyak, jangankan Qiyamulail, shubuh dimasjid bagi kami berat, shalat terasa beban hingga dilakukan diakhir waktu kerja, seakan rejeki adalah hasil jerih payah kami sedang disana kalian tak lepas dari ALLAH siang maupun malam tapi kami disini hidup tapi mati, malam malam kami terlelap mimpi dibalik hangatnya selimut, airmata kami tiada kecuali jika kepentingan dunia kami hilang, iya kami mati hati nurani kami karena cinta dunia, linangan airmata kami sia sia, mati kami hanya menghilangkan jasad dan jiwa, hilang tanpa gelar syuhada
Melihat roket roket menebas langit dan desingan peluru dari tentara pembantai membombardir para pemudamu, kami sadar betapa lalai diri ini, alpa, penuh keluh, tanpa syukur,  entahlah, apakah diri ini mampu menyamai atau membersamai kalian dalam keimanan yang sedalam itu,  kami benar2 iri padamu,  tangis kami disini, hanya sebatas tangis iman saudara semuslim, tak akan mungkin menyamai tangisan kebanggaan kau disana, wahai ahlul
Kami yakin penjagaan ALLAH terhadap kalian telah jauh mendahului doa doa kami, tapi kami tak bosan mendoakanmu wahai mujahid

(Ade A.K.A Rindu)

Kamis, 15 Agustus 2013

sinopsis

“Saya ingin menjadi istiqomah. Saya rindu menyandang status itu”

Aisyah hidup dalam lingkungan keluarga dengan kekentalan agamanya. Sejak duduk dibangku taman kanak-kanak perempuan ini sudah disugukan dengan pakaian yang menutup aurat seperti layaknya yang dianjurkan Allah SWT. Kini dia telah menjadi seorang mahasiswi di salah satu universitas swasta di Kota Makassar. Lingkungannya menyuguhkan pandangan yang kontra dengan syariat islam. Hal itu membuat batin Aisyah meronta. Ingin rasanya dia menyebarkan dakwa. Akhrinya dia pun mencoba memulai dari teman-teman kostnya. Tapi apa daya mungkin saja mereka belum berniat menjemput hidayah Tuhan.


Aisyah hanya berharap hidayah Tuhan dalam dirinya selalu menjaganya agar tetap berada dalam syair islam. Tapi semua seakan berlawanan. Sekarang dia sudah mulai mengenal cinta dan sedang menjalin hubungan pribadi dengan seorang pria. Akankah dia menjadi istiqomah dengan segala kenikmatan dunia yang menggiurkan?