Jumat, 29 November 2013

kutipan

Aku kira, aku sudah berhasil melupakan segala macam tentangmu. Kupikir aku siap membuka hatiku untuk seseorang yang baru. Aku yakin bahwa aku siap membuka mata dan hatiku pada orang baru yang akan membahagiakanku. Usahaku begitu keras untuk mematikan perasaan ini. Segalanya memang tak mudah karena perjuangan yang kulakukan terus berlanjut. Tak mudah mematikan perasaan pada seseorang yang bisa kita temui setiap hari. Kamu sudah jadi bagian dari hari-hariku, hampir setiap hari aku melihatmu. Perubahan yang begitu berbeda membuatku sulit menerima bahwa kita tak lagi sama. Aku melihatmu setiap hari dan untuk menganggap bahwa kita tak pernah punya perasaan yang spesial sungguh bukanlah hal yang mudah.

Apa saja yang kita lakukan selama rentetan bulan kebersamaan kita.? Sangattt banyak :| dan smuanya masih teringat jelas dimemori..

Kamu berbeda dari yang lainnya. Kamu sederhana, apa adanya, misterius, dan begitu sulit untuk ditebak. Wajahmu bukan pahatan seniman kelas dunia ataupun bikinan pabrik yang jelas-jelas sempurna. Aku tak memikirkan bagaimana penampilanmu dan bagaimana caramu menata rambutmu. Aku mencintaimu karena begitulah kamu. Kamu yang sulit kutebak tapi begitu manis dalam beberapa peristiwa. Kamu yang menggemaskan dalam keadaan yang bahkan sulit kujelaskan. Aku sangat mencintaimu dan sekarang pun masih begitu. Sadarkah kamu?

Hari-hari kulewati dengan banyak pertanyaan. Apakah perasaanmu sedalam yang kuharapkan? Aku sedikit menangkap isyarat itu. Kamu mengajakku bicara dalam percakapan manis kita di pesan singkat. Kamu menghangatkanku di tengah dinginnya malam dengan candaan kecilmu. Bagaimana mungkin aku bisa begitu mudah melupakan hal-hal spesial yang sempat kulewati bersamamu? 

Kamu bisa dengan mudah melupakan segalanya. Kebersamaanmu dengannya sudah cukup menjawab semuanya. Aku bukanlah sosok yang kauinginkan. Aku bukan sosok yang kauharapkan. Menyakitkan bukan jika keberadaanku tak pernah kauanggap meskipun aku selalu hadir dalam tatapanmu? Aku berusaha semampuku untuk membahagiakanmu, namun nampaknya usahaku tak begitu terlihat di matamu.

Dulu, kita yang banyak berbincang, kini jadi banyak diam. Setiap hari aku berusaha menerima kenyataan dan perubahan itu. Setiap hari aku mencoba meyakinkan diriku bahwa suatu saat pasti aku bisa melupakanmu. Ketika melihatmu dengannya, ada luka yang tergores lagi. mengapa aku bisa sakit begini?

Pertemuan kita tadi seperti semangat yang kembali menemukanku di sudut yang dingin dan gelap. Aku selesai melakukan study ku hari itu. Aku keluar kelas dan menemukan sosokmu sedang sedang asyik bermain.  Kuberikan tatapan dan mata kita bertemu.


Kamu tersenyum. Sederhana sekali. Ternyata, dari banyaknya pengabaian dan rasa sakit yang kauberikan; aku masih bisa mencintaimu. [Tsah]

Selasa, 05 November 2013

Pidato "Pacaan"

yang terhormat Bapak Ibu/Guru 
yang terhormat ketua kelas dan wakilnya
serta teman-teman sekalian yang saya cintai 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan syukur atas khadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Tidak lupa pula kita kirimkan salam dan shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW yang menjadi suri tauladan bagi kita semua.
Pada kesempatan kali ini saya akan membawakan pidato ya ng berjudul “Pacaran”.
Pacaran adalah suatu ikatan yang tidak resmi atau bisa dibilang hukumnya haram yang dilakukan antara dua orang yang berbeda jenis kelamin yaitu satu laki-laki dan satu perempuan. Biasanya yang terjebak ikatan seperti ini adalah anak-anak remaja. Kemudian mereka terbiasa dengan yang namanya pacaran sehingga hingga dewasa pun mereka masih melakukannya dan berhenti ketika mereka telah mendapatkan jodoh mereka atau bisa dibilang mereka telah menikah.
Seperti yang kita liat sekarang ini, hampi setiap pelajar dan mahasiswa memiliki pacar. Ada yang memiliki satu pacar yaitu orang setia, ada yang memiliki sampai dua, tiga, empat atau bisa jadi mungkin  lebih banyak dari itu, merekalah orang yang tidak setia. Nah jika sudah tahu ada yang setia dan ada yang tidak, kenapa kita masih saja ingin berpacaran?
Inilah masalah yang sekarang terjadi di lingkup para remaja. Mereka tetap saja ingin berpacaran padahal tidak ada seorangpun yang bisa menjamin jika orang yang dia pacari tersebut tergolong setia atau tidak. Para perempuan biasanya selalu berkata jika ini semua adalah masalah perasaan, ini masalah hati. Aduh mereka itulah yang sedang gagal paham mengenai masalah hati dan perasaaan.
Pacaran dalam konsep islam adalah haram hukumnya. Yang halal hanyalah apabila berpacaran setelah menikah. Maksudnya, pacar mereka adalah istri/suami mereka sendiri. Jika sudah tahu pacaran itu haram, pacaran itu mengundang dosa, lalu apa yang ingin dipertahankan? Jika sudah tahu dosa, jika sudah tahu hal tersebut menjauhkan kita dari Sang Pencipta, lalu apa yang kita ingin lakukan? Apakah kita akan terus melakukan hal tersebut? Sungguh kenyataan yang sangat miris.
Pacaran sendiri memiliki dampak positiv dan negativ tergantung bagaimana dua sejoli tersebut menjalaninya. Dampak negativ dari pacaran adalah banyaknya waktu yang tersita untung mengurus sang pujaan hati. Bukan hanya itu, bagi laki-laki materi adalah modal yang harus dimiliki. Meskipun tidak semua perempuan membutuhkan materi tapi tetap saja unsur tersebut harus ada karena cinta butuh pengorbanan, pengorbanan dalam hal materi dan yang terpenting adalah waktu. Dampak negativ lainnya adalah menjauhkan kita dari Sang Pencipta, terkadang orang yang sedang dimabuk asmara sering lupa kepada Tuhannya, sering menunda-nunda ibadah demi si pujaan hati. Tidak hanya itu, tugas dan tanggung jawab pun seakan menjadi nomor sekian untuk diprioritaskan. Sedangkan dampak positiv dari pacaran  adalah apabila dua sejoli menjadikan pasangannya sebagai motivasi sehingga ingin berubah menjadi seorang pribadi yang lebih baik. Namun, apapun dampaknya baik positiv maupun negativ  tetap saja hal tersebut haram.
 Dari hasil survei, sekitar 98% remaja di dunia sudah merasakan yang namanya pacaran, 87% diantaranya tersakiti dan selebihnya bahagia atau bisa jadi sampai di jenjang pernikahan. Nah, liat kan teman? Bagaimana banyaknya remaja yang rugi karena pacaran. Waktu yang tersisa sangat banyak namun ujung-ujungnya hanya dapat sakit hati. Karena tidak terima jika tersakiti, akhirnya mencarilah pelampiasan, kemudian yang diniatkan pelampiasan menjadi benar-benar sayang  dan akhirnya kembali tersakiti hingga terbiasalah dengan yang namanya memiliki pacar.
Padahal jika diperhatikan secara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, pacaran lebih memiliki banyak dampak buruk daripada dampak baiknya. Namun entah mengapa para remaja tetap saja tidak peduli dengan hal tersebut. Yang mereka cari hanyalah kesenangan belaka. Memangnya enak yah dicap mantannya si-A mantannya si-B, seakan sudah dimiliki oleh banyak orang, apa kata suami/istri kita nanti?
Untuk itu saya ingin berbagi tips untuk teman-teman agar terhindar dari pacaran.
1.       Jangan sering memperhatikan lawan jenis.
2.       Batasi pergaulan dengan lawan jenis.
3.       Hindari tatapan mata dengan yang bukan mahram.
4.       Untuk perempuan, jangan berdandan yang berlebihan.
5.       Jika sudah terlanjur jatuh cinta, maka cintailah dia dalam diam, doakan dia dan minta kepada Sang Pencipta agar dia dijadikan jodohmu dunia akhirat.
6.       Fokus kepada cita-cita.
Teman-teman sekalian, marilah kita jauhi yang namanya pacaran. Berteman lebih enak daripada menjalin hubungan. Mari kita fokus kepada tujuan hidup kita. Mari kita laksanakan tugas kita sebagai manusia yaitu beribadah kepada-Nya, menuntut ilmu agar kelak menjadi manusia yang berguna.
Saya rasa cukup sampai disini pidato yang sempat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan.  Jika ada kesalahan itu datangnya dari saya dan yang benar datangnya dari Allah SWT.
Wabillahitaufiq wal hidayah tsumma’ssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

AL Aridha Rezki
XII Chareles Darwin



Sabtu, 28 September 2013

Kenapa (?)

Allah menciptakan kita tidak lain dan tidak bukan adalah untuk beribadah kepadanya.
Tapi diantara kita semua masih banyak yang tidak melaksanakan perintah-Nya.
ada yang sekolah tapi gak serius
ada yang berdagang tapi curang
ada yang jadi pemimpin tapi korupsi
tapi tidak semua orang kayak gitu kan yah, pasti ada yang baik dan ada yang jahat
kalau baik semua kan gak seru dong hidup ini
justru kehadiran orang-orang jahatlah yang membuat hidup kita jadi berwarna
agar hidup kita kaya rasa
agar hidup kita kaya warna
agar kita bisa membedakan gimana rasanya bahagia dan bagaimana rasanya luka
kita harus bersyukur dengan kehadiran mereka, yah mereka, mereka yang membuat hidup kita kaya rasa
mereka yang menyanyangi kita, mereka yang peduli, yang membeci kita bahkan yang menyakiti kita
karena merekalah hidup kita bisa merasakan arti bahagia yang sesungguhnya

ketika mereka yang membencimu menyakitimu, maka saat itulah orang yang menyayangimu akan turun tangan
dari sinilah kita patut bersyukur dan bersabar. Bukan mengeluh dan bertangya "kenapa?"

"kenapa dia membenciku?"
"kenapa Allah memberikan aku cobaan seperti ini?"
ahhh! jangan tanya kenapa!!
ini adalah takdir, ini adalah ketetapan-Nya
ini adalah cara-Nya agar kita kuat menjalani hidup
agar kita tidak cengeng!
makanya, ketika kita mendapat cobaan Allah tidak meminta kita mencari jalan keluar hingga penat, Allah hanya ingin kita sabar dan shalat.

guys, ingat gak semua hal bisa kita paksakan
ada kalanya kita harus ikhlas merelakan
ada kalanya kita akan mendapatkan yang kita inginkan
makanya bersabarlah, jangan bertanya "kenapa?" kenapa sy tidak bisa dapatkan itu!
karena sebenarnya Allah hanya maha mengetahui sedang kita tidak
Allah akan memberikan kita sesuatu yang memang pantas kita dapatkan.

KEEP CALM ;)

Pangkajene, 28 September 2013 @teras
with love~ AL